Sabtu, 03 Juni 2017

Ketika Jatuh Cinta Pada Nama-Mu dan Nama-mu


bibir riuh melepas tutup pena hitam
sebentar lagi usai menulis namamu yang legam
ditemani secangkir kopi hangat di genggaman
memberi bukti, mata ini sedikit coklat
;tergenang

namamu ada di punggung sana
bersender di kursi menunggu hujan
dengan buku basah, lumer dengan tinta hitam barusan

kutulis dengan yang kaubaca, tak berbeda
di rumah yang tak sama
tonggak dan kanopi terulur rapih hingga menuju tinggi
bahkan spanduk besar menarik-narik ke lembarannya
ada beberapa huruf raksasa, hidup
mendegup membuat kikuk

tulisan tebal nama-Mu
dan goresan namamu
selembar daun pun belum luruh
akhirnya kutemukan ketika kujatuh,
jatuh cinta kembali pada-Mu

-r.ayahbi-

0 Komentar: