Sabtu, 03 Juni 2017

9:42:00 PM - No comments

Bait Kereta


diam saja, 
padahal ada ciapciap halus dalam benak
membuat sebaris bait pendek dibantu telunjuk
menunjuk yang kurang, mana yang tidak
heran saja, 
sekecil apapun hurufnya, aku mampu terketuk


jika semua benar, 
aku simpan semua dalam sebuah rumah
mungkin rumah kereta dengan banyak sekali gerbong yang tiap kali kubuka, 
selalu bertemu dengan matamu 
malam atau siang


aku sadar, 
di dalamnya tak bisa selalu duduk tenang karena rel besi yang sudah berkarat
tiap kali singgah di satusatu stasiun riuh, teriak, berisik, penat
satu kali akan tiba di stasiun yang menyenangkan


aku masih bercerita dalam sebaris paragraf pendek itu
walau telunjuk seringkali gemetar 
aku hanya ingin memastikan
telunjukku selalu menunjuk dirimu
dan tentu dalam matamu
aku selalu menuju pulang


-r.ayahbi-

0 Komentar: