Selasa, 23 Mei 2017

4:57:00 PM - 7 comments

Alasan Menulis, Itu Katanya ...,




Sebenarnya ini adalah tema awal semenjak  bergabung dari seminggu yang lalu dengan grup whatsapp "Menulis Bersama". Pencetusnya, dua manusia yang kalau berbicara soal kepenulisan, muka datarnya akan terlihat garang. Tidak heran karyanya juga sudah diakui oleh dunia kepenulisan. Pasti tahu dong, Pringadi Abdi dan Jamil Massa.



Pringadi Abdi, pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Juga mengikuti Makassar International Writers Festival 2014 dan menjadi salah satu penulis terpilih dalam Asean-Japan Residency Program di Asean Literary Festival 2016 nanti. Sekarang, bertugas di Ditjen Perbendaharaan Negara. Buku-bukunya antara lain: Simbiosa Alina, Dongeng Afrizal, masih ada beberapa lagi. Mau tahu lebih lagi? Cek di Mbah Google, ya.

Jamil Massa, seorang penyair, cerpenis yang karyanya sering mondar mandir di media Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Indopos, Jurnal Sajak. Buku-bukunya antara lain: Sayembara Tebu, Pemanggil Air. Nanti ditelusuri lebih dalam lagi di Mbah Google, olrait?

Mungkin prestasi-prestasi dua nama penulis di atas itu masih kurang saya sebutkan, tapi sangat cukup bukti bahwa grup Whatsapp yang sedang digojlok oleh mereka tidak akan main-main. Tapi dengan persyaratan tertentu, anggotanya wajib mempunyai blog. Jadilah saya ingin mencoba ikut, karena sudah lama blog saya mati suri alias dicuekin. 

Iya tujuannya grup Menulis Bersama, adalah menulis di blog, sebagai blogger. Apakah saya bisa? Ya. saya mencoba dulu, semoga bisa istiqomah. Fighting! Ini ceritanya, lagi berdebar, karena dua nama itu kalau memberi kritik, pedasnya luar biasa.

Nah, setelah saya perkenalkan dua guru saya itu, baru saya menjawab pertanyaan dari tema yang diberikan oleh Pak Pringadi. 

Alasan saya menulis apa? Sebagai terapi, hanya itu saja. Terapi akal, terapi jiwa, terapi banyak hal. Memang, akhirnya membuat kening berkerut dan otak berputar-putar.

Siapa yang mau ikut grup Menulis bersama? Bolehlah bergabung, tujuannya hanya menulis bersama, ya, menulis bersama.


-r.ayahbi-

7 Komentar:

mampir baca aja dulu ah

silahkan Pak, dibantai sampai habis Pak. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Mampir, baca, komen.

Saya belum setor ๐Ÿ˜จ

Lahhh bentuknya lainnn.... sepertinya ada yang terlewat sama aku... huupp

Keknya punyaku paling ancuuurr ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€