Jumat, 11 Desember 2015

8:52:00 PM - No comments

N o m a d e n



Tetua berpikir dalam senyumannya, ia ingin sekali membuat kapalyang megah sebagai hadiah. Kapal itu akan berguna kalau ombak datang menghantam keras. Dalam sekali lompatan, seluruh keluarganya akan aman.
Satu hal yang ia ketahui, isterinya sangat cantik, tapi Tetua jatuh cinta pada wanita berambut cokelat panjang bergelombang yang selalu duduk di pohon waru itu.

     "Segera selesaikan kapal ini!" teriak Tetua penuh semangat.
  
     "Untuk apa, Kanda?" tanya isteri Tetua sedikit cemas karena tak mau Tetua meninggalkannya.

     "Semua ini untukmu juga, Dinda. Kita semua harus pindah."

     "Mengapa begitu besar kaubuat kapal ini, Kanda?"

     "Aku pastikan semua keluarga kita aman dan nyaman di dalam sana." Senyum Tetua sedikit teringat pada wanita berambut gelombang itu.

Isteri Tetua hanya diam, memang sudah sifatnya penurut dan tak pernah sekalipun membantah.

Tetua tersenyum puas, segera memberi aba-aba agar kapal disiapkan hingga tuntas. Sebentar lagi mereka akan lompat ke tempat yang baru. Isterinya bisa melahirkan banyak anak di sana. Wanita yang ia tuju, rambutnya lebih panjang dan bau. Tetua jatuh cinta pada kusut dan bau rambut wanita yang sering duduk di bawah pohon waru itu.


Jakarta, 2015

0 Komentar: