Kamis, 12 November 2015

10:35:00 PM - No comments

Tangisan Tiga Putri

Raja dan Ratu sedang bersusah hati melihat ke tiga Putri kesayangannya jatuh sakit secara bersamaan. Mereka sering mengeluh dan menangis tanpa kelihatan sebab.

"Putri Adira, yang mana yang sakit, Nak?" Raja mengelus lembut rambut pirangnya.


"Di sini, Ayah." Putri Adira menunjuk dada kirinya kemudian menangis.

Putri Amira, apa yang sakit, anakku sayang?" Ratu bertanya penuh cemas.

"Di sini, Ibu." Putri Amira menunjuk kepala dan dada kirinya. Bola matanya kembali menggenang. 

Sedangkan si bungsu, Putri Afiana di sudut kamar meringkuk menangis tak mau diajak bicara.
Seluruh rakyat dan anggota kerajaan sibuk mencari obat ke untuk kesembuhan ke tiga putri penerus tahta. 

Sedangkan di dalam hutan sana, seorang lelaki berwajah cukup tampan melenggang senang sambil bernyanyi riang. Menikmati suasana hutan yang rindang yang dingin sehabis hujan, ada titik-titik gerimis yang masih saja turun menambah genangan di tanah gembur yang ia pijak sekarang. Ia tersenyum puas karena tiga mahkota tercantik berhasil ia telan bulat-bulat.

Selesai

0 Komentar: