Kamis, 12 November 2015

10:36:00 PM - No comments

Sekarat

Malam semakin larut, bulan bersinar penuh. Nampak dua sosok mengendap-endap, masuk ke sebuah rumah. Mengintai pelan karena takut ketahuan.

"Ssst, kamu duluan." bisiknya.

"Kamu saja, aku gemetaran nih."

"Iya, tapi ikuti aku, ya!"

Suasana gelap dan hening melancarkan aksi mereka. Seisi rumah sudah terlelap. Namun naas ...

"Kita ketahuaan, lariiii!"

Mereka membentur sesuatu. Tubuh keduanya seketika kaku, berusaha sekuat tenaga menggerakkan tubuh, karena saling berhimpitan hingga membentur rak kecil. Sebuah vas bunga jatuh dan membangunkan seisi rumah.

"Siapa di situ?!" Seorang Bapak Tua  keluar dari kamar, menyalakan lampu. Di tangannya sigap dengan pentungan.

"Meoong ...," Seekor kucing hitam naik ke rak menunjukkan ke tuannya, dua sosok yang terjebak menggeliat dalam kotak  penuh perekat yang kuat.

"Kamu pintar, Manis." Senyum lebar si Bapak Tua  memuji kucing hitam peliharaannya.


Selesai





0 Komentar: