Kamis, 12 November 2015

10:37:00 PM - No comments

Mabuk Batu

"Ini Pirus, kalau yang ini Safir Air. Ini juga cantik, Kecubung Rambut ... masih kurang banyak untuk hadiah anakku," gumam Ama sembari menata rapi batu-batu hasil buruannya.


"Sudahlah, Ama." Ine hanya menatapnya lesu.

"Ine, kira-kira bio solar Aceh mantap ya, nanti aku buru sampai dapat!" Suara Ama begitu yakin.
Ine mendesah pasrah melihat kelakuan suaminya, tak tahu lagi apa yang harus dilakukan agar suaminya sadar.

"Ine, tolong ambil kain lap yang bersih. Aku mau gosok batu ini. Pasti anak kita senang, Ine." Ama terkekeh-kekeh, melihat kilauan batu-batu di hadapannya.

Ine tak membantah, ia segera ke dapur mengambil lap kemudian memberikannya kepada Ama.

"Ini kain lapnya kurang bersih, Inee! Nanti anak kita tak mau batunya kalau tak berkilau!" bentak Ama membuat Ine terkejut.

"Amaa, sadarlaah, sadaaar!" Ine menggoyang-goyangkan tubuh suaminya dengan harapan Ama kembali lagi seperti dahulu.

"Aaaaah, Inee ... aku mau batu yang terbaik untuk anak kita! Jangan cerewet!" Ine menangisi nasibnya. Ama masih saja mabuk, tak sadar kalau anak kesayangan mereka sudah hanyut di sungai saat menemani Ama memburu batu.

Selesai

Ama = Ayah*
Ine= Ibu*
*Bahasa Aceh Gayo

0 Komentar: