Selasa, 17 November 2015

11:01:00 AM - No comments

Lembar yang Ke Berapa?

pena menulis mengingat memoar di lembar-lembar mendekat angka
menyusup sebuah akad di bibir penuh gugup semata
di dalamnya kian meredup tawa

kurobek selembar
melipatnya membentuk pesawat besar
membidik angin kiri dan kanan memutar-mutar
kukira tepat ternyata kesasar

tak sadar,
angin kiri kencang membelok arah menimpa badan
terjatuh menggoyah iman
netra buta pun qalbu tertawan
berubah bentuk serupa onggokan

berwarna hitam jelaga
sendirian,
merangkak dan meraba
tiap huruf braille selalu disediakan-Nya

pena kubuang, kugunakan tangan
walau buntung, Dia selalu tersenyum
embusan itu selalu melambai menggoda
hingga tersibak lembar-lembar yang belum kuraba

mungkin, tetap kuremas kulumat
hingga bertemu kembali di lembar taubat


-r. ayahbi-

0 Komentar: