Sabtu, 27 Juni 2015

2:50:00 PM - No comments

Sajak Sampan dan Bunga

aku sedikit merekah,
gundahmu menjadi sampan
menampung akarku yang lemah

perlahan bawaku ke tepian
tak mudah,
mencari tanah berkah
ketika ada satu waktu
hujan membuat genangan
batangku kemudian lunglai
kau masih di situ
tetap menjadi sampan
walau tahun-tahunmu mengikis kekuatan
demi keindahan warna kelopakku
kelak diridhoi Tuhan

masihkah ada yang lebih manis,
saat kaubilang aku adalah amanahmu yang rupawan?

-r. ayahbi-

0 Komentar: